Bensin Sekarat di ‘E’, Mobil Masih Bisa Melaju Berapa Jauh? ARTICEL BY Dewi

Bensin Sekarat di 'E', Mobil Masih Bisa Melaju Berapa Jauh?

Terkadang tanpa disadari, pengendara tak melihat jika indikator bensin mobilnya telah menunjukkan posisi E. Meski begitu, jangan panik, karena bukan berarti kendaraan tersebut tak bisa dikendarai lagi.

Dilansir situs resmi Toyota, Senin 11 April 2016, hal itu karena kendaraan memiliki sisa bahan bakar bensin (BBM) cadangan atau reservoir (RES) yang ada di dalam tangki, ketika indikator bensin sedang ‘E’ (empty/kosong).

Sisa bahan bakar cadangan memang membuat Anda masih dapat melajukan mobil. Pertanyaannya tentu, seberapa jauh jarak yang dapat Anda tempuh?

Besarnya volume BBM cadangan berbeda-beda tiap mobil, umumnya di antara 10 persen sampai 15 persen dari total kapasitas penuh tangki. Untuk mengetahui lebih jelas tentang volume BBM cadangan ini, Anda dapat melihat informasinya di buku manual.

Jika di buku manual tidak tertera, Anda dapat tanyakan secara langsung ke costumer care mobil Anda. Dengan mengetahui besarnya volume tangki BBM cadangan, Anda dapat mengira jarak yang dapat ditempuh ketika posisi bensin di ‘E’.

Dengan begitu, saat indikator menunjukkan bensin dalam kondisi ‘E’, Anda tak perlu khawatir dan dapat segera memperkirakan jarak yang masih dapat ditempuh. Jika beruntung, Anda pun dapat mampir ke pom bensin terdekat.

Untuk mengetahui berapa jarak yang bisa ditempuh mobil Anda saat kondisi ‘E’, pertama–tama ketahui sisa bahan bakar, lalu lihat rata-rata jarak yang ditempuh untuk setiap liternya (biasanya ada di panel indikator). Setelah itu, volume dari sisa bensin di dalam tangki dikalikan dengan rata-rata jarak, maka ditemukan hasil akhir jarak yang sekiranya masih bisa ditempuh.

Sebagai contoh, jika pada mobil Anda sisa BBM lima liter (dalam posisi indikator ‘E’), kemudian rata-rata jarak tempuh tiap liter adalah 10 kpl. Lalu, tinggal dikalikan (5 x 10), maka didapat angka 50. Nilai yang diperoleh adalah jarak tempuh (dalam kilometer) yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai SPBU terdekat guna melakukan pengisian bensin.

“Cara tersebut bisa saja digunakan ketika dalam keadaan darurat. Namun, memang sebaiknya sejak awal akan menggunakan mobil, pengemudi sudah melakukan perhitungan. Sehingga, kejadian semacam itu tidak terjadi di tengah jalan, apalagi ketika akan berkendara jarak jauh,” ucap Iwan Abdurahman, General Repair Service Manager Toyota Astra Motor.

Namun hitung–hitungan tersebut jangan dijadikan alasan untuk menunda membeli bensin. Saat menemukan SPBU, segeralah isi bensin.

“Jangan menunda pengisian bahan bakar, meski mobil masih punya sisa jarak tempuh yang jauh sesuai hitung-hitungan manual. Sebab, kita tidak pernah tahu akan ada apa di depan. Seperti misalnya bertemu dengan macet, dan tentu bisa menguras bahan bakar,” ujar Iwan.

 

(VIVA.co.id)

Author Image
About Author : dewi View all posts by

Bagikan Keteman : Twitter Facebook Google+

Leave A Response


CAPTCHA Image